GAMPONG LAMPAYA
Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Indonesia, Kode POS 23355
Warga Gampong Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, bersama unsur pemuda, Ikatan Pelajar Lampaya (IPELMAYA), aparatur gampong, serta mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) menginisiasi kegiatan nonton bersama video edukasi tentang bahaya narkoba yang dipadukan dengan pemutaran film Negeri 5 Menara, Minggu (28/12/2025) malam. [Foto: dok. KPM Lampaya]
Warga Gampong Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, bersama unsur pemuda, Ikatan Pelajar Lampaya (IPELMAYA), aparatur gampong, serta mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) menginisiasi kegiatan nonton bersama video edukasi tentang bahaya narkoba yang dipadukan dengan pemutaran film Negeri 5 Menara, Minggu (28/12/2025) malam.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Selain bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangkitkan semangat belajar serta memotivasi generasi muda Gampong Lampaya untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta lantunan selawat. Selanjutnya, sambutan disampaikan secara bergantian oleh Ketua Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Lampaya, Muhammad Farras, Ketua Ikatan Pelajar Lampaya (IPELMAYA), Muhammad Zakhri, serta sambutan dari Geuchik Gampong Lampaya yang diwakili oleh Sekretaris Gampong Lampaya, Ustad Khairil Anwar. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa.
Dalam sambutannya, Sekretaris Gampong Lampaya, Ustad Amir, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan nonton bersama yang dinilainya sebagai langkah positif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di gampong. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan terhadap pengaruh negatif lingkungan.
“Saya berharap kegiatan nonton bersama video edukasi seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun. Kegiatan positif seperti ini sangat baik untuk masyarakat,” ujar Ustad Amir.
Usai rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama berupa pemutaran video edukasi tentang bahaya narkoba. Video tersebut mengisahkan perjalanan seorang anak yang terjerumus dalam pergaulan keliru hingga akhirnya mengalami ketergantungan narkoba. Dalam tayangan itu ditampilkan secara jelas dampak serius penyalahgunaan narkoba, mulai dari kerusakan kesehatan fisik, gangguan mental, hingga hilangnya masa depan karena harus menjalani proses rehabilitasi.
Pemutaran video edukasi tersebut disaksikan dengan penuh perhatian oleh seluruh peserta. Suasana kegiatan tampak hening ketika video menampilkan konsekuensi pahit yang dialami tokoh utama, khususnya saat ia harus kehilangan kesempatan pendidikan dan cita-cita akibat kecanduan narkoba. Tayangan tersebut menjadi pengingat kuat akan bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Setelah pemutaran video edukasi, kegiatan berlanjut pada sesi pemaparan materi mengenai narkoba dan NAPZA. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan seputar pengertian narkoba dan NAPZA, jenis-jenis zat berbahaya tersebut, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan fisik dan mental
Salah seorang anggota KPM Lampaya, Silvia, dalam pemaparannya menjelaskan pengaruh narkoba terhadap sistem kerja otak, terutama yang berkaitan dengan hormon dopamin atau hormon kebahagiaan. Ia menguraikan bahwa narkoba bekerja dengan memicu lonjakan hormon tersebut secara tidak wajar sehingga memicu ketergantungan.
“Ketika kita mengonsumsi cokelat, hormon dopamin atau hormon kebahagiaan meningkat sekitar 50 persen. Saat merokok, peningkatannya bisa mencapai 100 sampai 200 persen. Namun, saat menggunakan sabu, lonjakannya bisa mencapai 1.250 persen. Inilah yang paling berbahaya karena otak akan mengalami kecanduan,” ujarnya.
Selain mengulas dampak narkoba dari sisi kesehatan, materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak. Pada sesi ini, peserta, terutama para orang tua, diajak memahami bahwa pencegahan tidak hanya dilakukan melalui larangan, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka dan hubungan keluarga yang sehat.
Anggota KPM Lampaya lainnya, Fifi, menjelaskan bahwa kedekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan sejak dini. Menurutnya, hubungan yang baik akan membantu orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.
“Ketika hubungan orang tua dan anak terjalin dengan baik, orang tua akan lebih mudah mengenali karakter, gestur, dan pola perubahan anak. Dari situ, orang tua bisa lebih cepat mengidentifikasi apakah ada sesuatu yang tidak beres pada anaknya,” ujarnya.
Setelah sesi edukasi narkoba dan pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bersama film Negeri 5 Menara. Film tersebut dipilih karena mengandung pesan tentang semangat belajar, perjuangan meraih cita-cita, serta pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan generasi muda.
Pemutaran film Negeri 5 Menara diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak-anak dan pemuda Gampong Lampaya untuk terus belajar, berani bermimpi, dan menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
Pelaksanaan kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh keresahan Geuchik Gampong Lampaya, Fadli Amri, terhadap kondisi pergaulan anak-anak muda saat ini. Ia menilai bahwa edukasi menjadi langkah penting untuk mencegah anakanak terjerumus ke dalam pengaruh lingkungan yang negatif.
“Banyak anak yang salah pergaulan, jadi harus kita beri edukasi,” kata Fadli Amri.
Untuk menambah antusiasme peserta, panitia kegiatan turut menyiapkan sejumlah doorprize yang dibagikan kepada warga selama acara berlangsung. Pembagian doorprize tersebut disambut dengan antusias, terutama oleh anak-anak dan remaja yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Kegiatan nonton bersama ini berlangsung tertib dan kondusif hingga akhir acara. Warga dari berbagai kalangan terlihat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara warga, pemuda, aparatur gampong, IPELMAYA, dan mahasiswa KPM sebagai bentuk kebersamaan serta dukungan terhadap kegiatan edukatif di Gampong Lampaya.