GAMPONG LAMPAYA
Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Indonesia, Kode POS 23355
Gampong Lampaya merupakan desa di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia, yang terletak secara strategis di Jalan Banda Aceh-Meulaboh KM 12-13. Nama Lampaya berasal dari "Lham Paya" atau "Lham Paya" yang berarti rawa dalam atau rawa yang bisa menenggelamkan orang. Wilayahnya mencakup luas 450 Ha (205 Ha sawah tadah hujan, 245 Ha non-sawah termasuk 75 Ha pekarangan, 156 Ha perkebunan). Lokasi di bagian timur Kecamatan Ingin Jaya (kemungkinan Lhoknga), ketinggian 10 mdpl, dengan 4 dusun: Leun (812 jiwa), Lam Ara (542), Teungoh (239), Meunasah Jeurat (192), total 512 KK, Penduduk total 1.790 jiwa (914 laki-laki, 876 perempuan), dengan mata pencaharian utama sebagai petani, nelayan, pedagang, serta pegawai negeri. Secara historis, gampong ini mengalami pengungsian selama Perang Dunia II dan tsunami 2004, kemudian dibangun kembali dengan bantuan pemerintah serta LSM, serta pernah dinobatkan sebagai gampong terbaik di Aceh Besar pada tahun 2008.
STRUKTUR PEMERINTAHAN
BERITA & ARTIKEL
Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Lampaya menggelar kegiatan penguatan kelompok rentan bertema Pelatihan Pembuatan Bolu Tape Inklusif di Gampong Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Kegiatan ini melibatkan warga disabilitas dan nondisabilitas serta turut dihadiri perwakilan dari Gampong Lamgaboh dan Gampong Mon Ikeun pada Jumat (26/12/2025).
Warga Gampong Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, bersama unsur pemuda, Ikatan Pelajar Lampaya (IPELMAYA), aparatur gampong, serta mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) menginisiasi kegiatan nonton bersama video edukasi tentang bahaya narkoba yang dipadukan dengan pemutaran film Negeri 5 Menara, Minggu (28/12/2025) malam.
Pada masa penjajahan Jepang, wilayah Lhoknga pernah menjadi lokasi pembangunan lapangan udara militer. Lapangan udara tersebut berada di kawasan yang saat ini dikenal sebagai lapangan golf Lhoknga. Pada masa itu, Jepang membangun satu bandar udara yang diperkuat dengan sistem pertahanan yang sangat rapat. Sisa dari pembangunan tersebut hingga kini masih dapat ditemukan, salah satunya berupa bunker pertahanan.